VIDEO GAME/GAME ONLINE, PENGHAMBAT PRESTASI SISWA

6 Jun

Maraknya perkembangan dunia internet, membawa banyak pengaruh bagi siswa. Salah satunya dengan kehadiran video game/game online
Pengertian Game dan Video game/game online
Game atau permainan adalah sesuatu yang dapat dimainkan dengan aturan tertentu sehingga ada yang menang dan ada yang kalah, biasanya dalam konteks tidak serius atau dengan tujuan refreshing.
Video game/game online adalah game yang berbasis elektronik dan visual. Video game/game online dimainkan dengan memanfaatkan media visual elektronik yang biasanya menyebabkan radiasi pada mata, sehingga mata pun lelah dan biasanya diiringi dengan sakit kepala.
Jenis-jenis Video game/game online
Video game/game online secara umum dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis :
1. RPG (Role Playing Game)
Game dimana player dapat memilih satu atau beberapa karakter untuk dimainkan, dimana masing-masing karakter memiliki keunikan tertentu. Pemilihan karakter mungkin mempengaruhi jalan cerita game yang dimainkan. Biasanya berupa petualangan (quest) yang semakin lama dilalui akan semakin meningkat skill atau ability dari karakter tersebut. Contoh : Diablo, Final Fantasy
RPG sendiri telah berkembang menjadi MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game) dimana jumlah pemain yang terlibat pada “dunia maya” (game world) bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Contoh : Ultima Online, Everquest, Ragnarok.
2. FPS (First Person Shooter)Game yang dimainkan dengan perspektif (sudut pandang) orang pertama. Contoh : Quake, Unreal Tounament, Rainbow Six.
4. RTS (Real Time Strategy)
Kembangan dari TBS, dimana player dan lawan bisa melakukan aksi dalam waktu yang sama. Contoh : Microsoft Age of Empire, Warcraft.
5. Story Tell / Adventure
Player memainkan satu karakter (tidak multiplayer), dan dalam menyelesaikan misi biasanya melibatkan pembicaraan yang intensif (”ngobrol”) dengan karakter-karaketer lain dalam game untuk memecahkan puzzle yang dijumpai pada setiap petualangan. Contoh :
he Longest Journey, Syberia I, Syberia II
6. “Classical” Arcade game
Game dengan aksi cepat yang sangat bergantung pada koordinasi mata dan tangan. Ini dapat dibagi lagi menjadi :
– Platform Based
Player mengendalikan karakternya dengan melompat-lompat ke tempat yang lebih tinggi.
– Side Scroller
Player mengendalikan karakternya (contoh pesawat) yang biasanya di sisi kiri layar, sementara background-nya berjalan (scrolling), menembaki musuh yang datang dari sisi kanan layar. Scrolling bisa juga dari atas ke bawah.
Pemisahan ini tidak baku, artinya bisa saja satu game masuk dalam beberapa kategori diatas. Apalagi dengan teknologi yang semakin maju dari sisi software (directX/openGL) atau hardware (processor dan VGA card), akan sangat mungkin game-game mutakhir merupakan perpaduan (blend) dari berbagai kategori ini. (Sumber : GameDev.net dan Google search)
Pengaruh Video game/game online terhadap Aspek Pendidikan
Mohammad Fauzil Adhim, dalam artikelnya, berpendapat bahwa anak yang gemar bermain video game/game online adalah anak yang sangat menyukai tantangan. Anak-anak ini cenderung tidak menyukai rangsangan yang daya tariknya lemah, monoton, tidak menantang, dan lamban. Hal ini setidaknya berakibat pada proses belajar akademis. Suasana kelas seolah-olah merupakan penjara bagi jiwanya. Tubuhnya ada di kelas tetapi pikiran, rasa penasaran, dan keinginannya ada di video game/game online. Sepertinya sedang belajar, tetapi pikirannya sibuk mengolah bayang-bayang game yang mendebarkan. Kadangkala anak juga jadi malas belajar atau sering membolos sekolah hanya untuk bermain game.
Uniknya, beberapa penelitian mengatakan bahwa anak yang fanatik bermain game biasanya merupakan individu yang berintelijensi tinggi, bermotivasi, dan berorientasi pada prestasi. Namun, kecanggihan game yang terus berkembang dan makin bertambah banyak pada abad 21 ini, masih menimbulkan tanda tanya apakah game berpengaruh pada orientasi prestasi seseorang.
Dampak Video game/game online pada Aktifitas Otak
Akio Mori seorang professor dari tokyo’s nihon university melakukan riset mengenai dampak video game/game online pada aktifitas otak. Dari penelitian Akio Mori tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 poin penting yang antara lain :
Pertama , penurunan aktivitas gelombang otak depan yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan sosial, tidak konsentrasi dan lain sebagainya.
Kedua , penurunan aktifitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para gamer mengalami “ autonomic nerves “ yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi dimana sekresi adrenalin meningkat , sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat. Bila tubuh dalam keadaan seperti ini maka yang terjadi pada gamer adalah otak mereka merespon bahaya sesungguhnya (serendip.brynmawr. edu/bb/neuro/neuro 04/web/ekandaras.html).

Melihat kondisi para gamers, pada umumnya mereka yang tergolong ke dalam gamers sejati memiliki kemampuan yang lebih di bidang strategi, namun cenderung pasif. Dalam hal ini keadaan tersebut secra tidak langsung mempengaruhi cara belajar mereka. Karena dalam hal belajar tidak hanya sudut kognitif yang harus diperhatikan namun juga afektif dan psikomotorik.

Walaupun kebayakan para gamers menganggap bahwa game tidak mempengaruhi belajar mereka, namun pada nyatanya kebayakan dari mereka tidak termasuk ke dalam pringkat sepuluh besar. Hal ini menunjukan, walaupun dianggap tidak mempengaruhi nilai tapi kebanyakan keadaan posisi mereka statis, dalam artian kegiatan mereka hanya sekedar membuang-buang watu denagn hal yang sebagian besar tidak bermanfaat. Sedangkan dalam Rosuluulah SAW dalam sabdanya mengatakan bahwa keadaan statis merupakan ciri-ciri orang yang merugi. Dengan kata lain bermain game ternyata lebih cenderung merugi dari pada menguntungkan, selain materi juga waktu.
Permainan ini dapat mengganggu prestasi belajar. Hal ini karena permainan video game/game online memiliki sifat adiktif atau membawa candu. Akibatnya anak yang sudah mengenal video game/game online akan cenderung terpengaruh, baik secara langsung maupun tidak.
Anak sekolah merupakan salah satu kelompok yang mudah terpengaruh oleh dampak video game/game online. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat atau bermain, namun anak cenderung memanfaatkannya untuk duduk di depan komputer dan asik dalam permainan video game/game online tersebut.
Meskipun kelihatanya sekedar duduk dampak jangka panjang dari permainan games yang menghabiskan waktu luang lebih dari 30 jam per minggu, serta permainan game dapat menguras energi serta membutuhkan konsentrasi dan anak diransang penasaran untuk mengejar nilai tinggi bahkan anak lupa waktu untuk berhenti sejenak.
“Ketergantungan semacam itu dapat memicu perilaku negatif seperti mencuri uang untuk membeli game baru, bolos sekolah, malas mengerjakan pekerjaan rumah (PR), atau rasa tak tenang saat tidak dapat bermain games.
Bila anak bermain game dengan tingkat ketergantungan yang tinggi dan posisi duduk yang salah saat bermain games dikawatirkan anak akan mengidap Repetitive Strain Injury (RSI) atau nyeri sendi di kalangan anak-anak.
Bagaimana sebaiknya?
a. Sadarilah bahwa game secara tidak langsung mempengaruhi proses belajar dan hasilnya.
b. Hati-hati dengan radiasi media visual video game/game online
c. Masih banyak hal positif yang bisa dilakukan sebagai hiburan selain bermain video game/game online misalnya main bola, atau permainan tradisional seperti sondah, galah, dsb.
d. Kalaupun hendak bermain video game/game online, kendalikan waktu bermain dan jenis permainan. Pilihlah jenis permainan yang edukatif dan melatih kemampuan berpikir
Apa yang harus dilakukan orang tua?
Di antara yang dapat dilakukan adalah:
1. Bekerjasama dengan guru di sekolah untuk turut memantau perkembangan belajar siswa.
2. Menjalin komunikasi informal agar seorang anak bisa terbuka pada orang tua, sehingga orang tua bisa memberikan pendidikan pada seorang anak tanpa sang anak merasa dihakimi.
3. Belajarlah tentang video game. Sehingga Anda bisa berdiskusi dengan anak Anda tentang permainan tersebut. Jika ini bisa terjadi, anak tidak akan perlu mencari pelarian dengan kawan-kawannya untuk sekedar berdiskusi tentang permainan video game/game online. Sehingga anak bisa lebih betah di rumah karena bisa mendapatkan kawan mengobrol yang memahami dunia mereka.
4. Berikan waktu khusus bermain video game/video game/game online, dan tegasi anak Anda untuk tidak bermain di luar waktu yang sudah disepakati. Ini menunjukkan bahwa Anda tidak sekedar melarang, namun memberikan kelonggaran. Di sisi lain Anda mengajarkan anak Anda untuk bertanggung jawab pada waktu yang dimilikinya.
Dari berbagai sumber

One Response to “VIDEO GAME/GAME ONLINE, PENGHAMBAT PRESTASI SISWA”

  1. Slam Hadi 22 June 2011 at 18:34 #

    Ayo sudah pada baca belum postingan ini………….. penting lho…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: