info PPDB 2014/2015

21 Jan
sdit insan utama

brosur 2014 2015

 

SYARAT PENDAFTARAN

  •   Usia per Juli 2014 minimal 6 tahun dengan melampirkan fotokopi akte kelahiran.
  • Tidak sedang menempuh pendidikan SD/MI.

PENGAMBILAN FORMULIR

Pengambilan formulir dimulai tanggal 6 Januari – 27  Februari 2014 :

  • Senin – Kamis pkl 08.00 – 14.00
  • Jumat – Sabtu pkl  08.00 – 12.30  WIB

di Kantor SDIT Insan Utama.

Biaya penggantian formulir dan tes seleksi Rp. 65.000,00.

PENGEMBALIAN FORMULIR

Pengembalian formulir mulai tanggal 6 Januari – 24 Februari  :

  • Senin – Kamis pkl 08.00 – 14.00
  • Jumat – Sabtu pkl  08.00 – 12.30  WIB

di Kantor SDIT Insan Utama  dengan dilampiri :

Foto kopi akte kelahiran   Photo 3 x 4 =2 lbr

SELEKSI

Calon siswa :

  • Skolastik ( baca, tulis, dan berhitung)
  • Psikologi

Wawancara orang tua / wali dengan sekolah.

Waktu seleksi :

  • Tes Calistung & psikolog : Sabtu, 1 Maret 2014  pkl. 08.00 – 12.00
  • Tes Wawancara   : Sabtu, 8 Maret 2014  pkl. 08.00 – 12.00
  • Pakaian Bebas rapi, bersepatu dan tidak mengenakan seragam TK
    • Pengumuman hasil seleksi hari Kamis, 6 Maret 2014
    • Daftar Ulang         : 10 Maret 2014 – 12 Maret 2014
    • Pengukuran seragam siswa baru   : 13 Maret 2014

Pengambilan seragam siswa baru : 22 – 25 April 2014  pkl. 09.00 – 14.00 wib.

 

Gelombang 2 akan dibuka jika belum memenuhi kuota

 

Persami ala SD IT, Perkemahan Sambil Nyantri

21 Jan

SD Islam Terpadu Insan Utama kembali menyelenggarakan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) pada tanggal 14 hingga 15 Desember 2013 lalu. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas empat hingga kelas enam dan tentu saja terselenggara atas berkah yang diberikan Alloh kepada guru-guru sehingga semangat di dalam penyelenggaraan Persami tersebut sampai kepada peserta.
Semangat yang tersalurkan terbukti dengan keceriaan peserta yang tetap terpancar meskipun cuaca bisa dikatakan tidak menentu. Sempat beberapa kali hujan gerimis mengguyur ditengah-tengah kegiatan.
Kegiatan yang diadakan pada persami kali ini tentu tidak terlepas dari pengasahan kemampuan dan keterampilan anak mengenai kepanduan kepramukaan. Disamping itu kegiatan yang berkaitan dengan pembiasaan anak terhadap “Islam as The Way of Life” juga tetap diterapkan.
Malam harinya, wide games (dulu sering disebut “mencari jejak”_red.), menjadi agenda yang paling dinanti-nanti oleh peserta berlangsung dengan lancar, meskipun hujan deras sempat mengguyur beberapa saat. Yang menarik dari wide games kali ini adalah dipilihnya tema “mengasah panca indera” dengan permainan yang berkaitan lima panca indera tersebut, yaitu indera perasa, pencecap, peraba, penglihatan dan pendengaran.
Keesokan hari, Minggu, 15 Desember 2013, kegiatan berlanjut dengan Senam Pagi. Kemudian peserta diajak untuk bermain-main dengan berbagai games unik dan menarik seperti Voli Sarung, dan berbagai games unik lainnya.
Kenapa Persami kali ini lebih banyak games yang diadakan? Hal tersebut bertujuan untuk memberikan hiburan yang bermanfaat setelah sepekan peserta mengikuti Ujian Akhir Semester 1 Tahun ajaran 2013-2014.(AL)

Infaqnya tiap jumat ya….

16 Apr

SDIT IU 3

Sdit IU5

sdit IU3

SDIT IU2

sditIU4
Ayo….
Kumpulin infaqnya…
Tiap Jumat ya….
Supaya bisa segera terwujud…..
Allahu Akbar….!!
Semoga Allah memudahkan…..

Image

INSAN UTAMA MENCARI BAKAT

16 Apr

klik gambar untuk memperbesar
brosur lomba1

PENGUMUMAN PPDB 2013/2014

9 Jan

PENGUMUMAN

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT.

Salam dan shalawat semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Rosulullah Muhammad SAW beserta keluarga , sahabat, dan para pengikut yang istiqomah di jalannya

 Berdasarkan hasil penjajakan kesiapan terhadap calon siswa baru SDIT INSAN UTAMA Tahun Pelajaran 2013/2014,  maka nama-nama dibawah ini dinyatakan DITERIMA , yaitu :                                                                              

1

AHNAF S. MUNDE

43

ZAIN AKMAL SUSILO PRABOWO

2

NABILA NUR AZIZAH

44

FADIL MAULANA ANANDYATA

3

ZAHRA BELLA ISLAMY

45

AS’AD FAWZIL ADHIM ABDILLAH

4

MUHAMMAD FAUZI ADYATAMA

46

NAUFAL AKBAR ABDURRAHMAN

5

KAYYISA FARRIN SYAHNAPUTRI

47

TSABITA QAULAN SYADIDA

6

MUHAMMAD RASIKH HILMI

48

‘ABIDAH MUAWWANAH

7

GHIFARI AFAFA FILLAH

49

ARDAN MUHAMMAD NAUFA

8

MUHAMMAD FAZA

50

HASNA YUKI NUR PRATIWI

9

NADIA KHOIRO UMMAH

51

MUHAMMAD YUSUF HIDAYATULLAH

10

RAFI’ KAINDRA AMIDYAHASTAMA

52

SHOFI NABILA

11

RIJAL ZAIDAN PRATAMA

53

MUHAMMAD MULYA WARDANA

12

NABILA SYAFA AZZAHRA PUTRI SUSILO

54

TRISTAN ALUN RASYADAN

13

KAHLAN NAFIS RAHADIAN

55

FARRAH ROHANIAH

14

KHOIRUNNISA NUR RAMADHANI

56

RODLIA ZAHRA

15

RAVA NISA JANUR KASIH

57

MUHAMMAD NUR ALAUDDIN

16

MUHAMMAD FARROS AFFAQITHORIQ

58

RYAN PERDANA KUSUMA

17

SYAFA QOULAN TSAQILA

59

SYAROH SHOLIKHATUN NUFUS

18

AZ ZAHRA AMALIA RASYIDA

60

ANNAS ANDANG RIZKY AMANDANTO

19

HASAN HABIBURRAHMAN

61

NA’ILAH NUR AZIZAH

20

AZ MI ROIHAN RIZQILLAH

62

FARRAS AUFAA RINI

21

AHMAD ABDURRAZAQ AL GHIFARI

63

NIKEN FATMASARI

22

NADIA KUMALA PRATIWI

64

FAJAR TAUFIQURROHMAN

23

ANISYKURLI ATSANIYA RIZKIYA

65

MIRZA AL FARRAS BADRUZZAMAN

24

AYUDIA ALEA NAYOTAMA

66

MUHAMMAD HAMZAH NASRULLAH

25

NISRINA NABILA HANIFAH

67

NASRUL ALDIYA’ MUFLIHUN

26

RAYA AL GHAZALI TARA

68

HABIB MUHAMMAD ANNABHANI

27

MUHAMMAD SYADID FAHMI AL AMIN

69

QONITA HASNA NADIYA

28

ABDURRAHMAN

70

MUHAMMAD RAIF BHRAMANDIKA

29

KEVIN ANUGRAH FATWA PRATAMA

71

TITO RAIHAN BASIT SYA’BANI

30

KHOIRIYAH ASMA ATQIYA

72

MUHAMMAD CAESAR ARYA BANYU GADING S

31

ADELIA CALLYSTA HIMAWATI

73

AMRIN RIZQI ROBBANI

32

ANNISA BENING HAYATI

74

HAMAM MUHAMMAD HANIF

33

MUHAMMAD FATKHA MUBINA

75

MUHAMMAD FAIZ NURFATIH

34

MUHAMMAD SYARIFUDDIN AKBAR

76

SHAULA ZITA MANAF

35

MORENO RASYA PUTRA NINDI

77

AURELL SHEVA HARVIANTO

36

ALTAF NIZAR AUGUSTAF SUKMA

78

MUHAMMAD IRHAM TAHASHUNAN

37

RETNO PUTRI HAPSARI

79

FAIZ AHMAD MUBAROK

38

MUHAMMAD NEILFOUZ ABADA

80

ULINNUHA IZZA BARARANI

39

AHNA INSANI

81

IQBAL FATTAHU RAHIM

40

JALU ANUGRAH

82

ARIADHANI RIZQI NIRWANDA

41

HIBBAN ALIF AR ROZZAN

83

NAUFAL FARROS FADHLURROHMAN

42

MUHAMMAD ANIS AL-HABSY

84

FAISAL AHMAD NADHIF

Untuk nama-nama di bawah ini di nyatakan sebagai CADANGAN:

1.ALYA AISYAH RAHMA

2.ILHAM ULWANURADL PRAMASTIKO

3.BIMA ARDIA AHMAD FAUZANT

4.DIAH AYU RAMADANI

5.FARHAN DARMAWAN

6.FERDIAN ABDI NUGROHO

7.DHARMA SADHU SINANTYAN

8.HIKAM NADIF TRIYOGA

9.SASKA FARRANA DEVARA

Untuk proses selanjutnya dimohon kepada orang tua dari siswa tersebut untuk :

No

Kegiatan

Waktu

Tempat

01 Daftar ulang  (rincian biaya terlampir) 11 Maret – 16 Maret 2013 Bendahara Yayasan
02 Ukur seragam 16 Maret 2013 Koperasi
03 Pengambilan Seragam dan Buku 13 – 14 Mei 2013 Koperasi
04 Hari Pertama Masuk Sekolah dan MOS 15 Juli 2013 Ruang Kelas

Demikian pengumuman dari kami, atas perhatian Bapak/Ibu  kami ucapkan terima kasih, teriring do’a Jazakumullah khairan katsir.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tanggungjawab Orang Tua terhadap Anak

25 Sep

Dalam Islam, orang tua diberi kedudukan yang sangat terhormat terhadap anak-anaknya. Sebuah kehormatan sebagai bentuk pemuliaan yang tidak diberikan Allah selain kepada keduanya. Hakikat ini banyak diterangkan dalil-dalil wahyu Al-Qur’an dan Al-hadits.

Firman Allah dalam Al-Qur’an menyebutkan: “Dan Tuhanmu telah menetapkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka berdua dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: “wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil” (Al-Isra’ 23-24).

Senada dengan ayat itu, Allah pun berfirman: “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (Qs. An-Nisa’:36)

Syaikh Utsaimin berkata: “Ayat ini merupakan dalil (argumentasi) bahwa kedudukan kedua orang tua (untuk dipenuhi hak-haknya) adalah setelah hak Allah. Kalau ditanya, di manakah hak Rasul? Maka pada hak Allah telah tercakup hak Rasul. Sebab ibadah kepada Allah tidak bisa diwujudkan kecuali dengan apa yang diajarkan Rasul SAW”.

…Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah tergantung kepada murka kedua orang tua…

Sementara Rasul SAW bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah tergantung kepada murka kedua orang tua” (HR. At-Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas RA bahwa beliau berkata: “Tidaklah seorang mukmin mempunyai kedua orang tua lalu ia mentaati mereka berdua di pagi hari melainkan Allah membukakan pintu surga. Dan tidak mungkin Allah ridha kepadanya jika salah satu dari kedua orang tuanya murka kepadanya, sampai ia mendapat ridha dari keduanya”. Seseorang bertanya: “apakah meskipun kedua orang tuanya zalim?” Ibnu ‘Abbas menjawab: “meskipun zalim!”

Bahkan, saking tinggi kemuliaan dan kewajiban untuk memuliakan kedua orang tua Rasul SAW bersabda di hadapan sahabat-sahabatnya: “Maukah kalian aku tunjukkan dosa-dosa yang paling besar di antara dosa-dosa besar?” Para sahabat menjawab: “Baiklah, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda: “Yaitu, mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua. “Ingatlah ucapan dosa dan saksi palsu” Rasulullah mengulang-ulanginya, sampai-sampai para sahabat berkata: “Semoga beliau lekas berhenti” (HR. Bukhari dan Muslim).

…Dosa terbesar di antara dosa-dosa besar adalah mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua…

Dalam sebuah qaidah syar’iyyah disebutkan, “Besarnya pahala atau upah sebanding dengan tingkat kepayahan”. Artinya, semakin besar nilai upah yang diterima, maka akan semakin tinggi pula tingkat kesulitan memperolehnya. Sebagai contoh, semakin tinggi jabatan atau tanggung jawab seseorang dalam sebuah perusahaan, semakin besar pula upah, bayaran dan fasilitas yang akan diterima. Continue reading

Membentuk Karakter Cara Islam

7 Feb

Anda pernah mendengar kata “split personality”? atau kepribadian yang terpecah? Maka semua itu berhubungan dengan proses pembentukan karakter dan moral seorang manusia. Karakter yang ada di dalam dirinya. Maka buku ini akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan karakter manusia dan proses pembentukannya, serta langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk membentuk karakter cara islam.

Krisis Moral dan Kepribadian

Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba, namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, dan tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, dalam hal ini masyarakat mungkin mengalami krisis moral. Krisis moral dapat ditandai oleh dua gejala yaitu tirani dan keterasingan. Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilaku sosial, sedangkan keterasingan menandai rusaknya hubungan sosial.

Penyebab terjadinya krisis moral adalah :

1. Adanya penyimpangan pemikiran dalam sejarah pemikiran manusia yang menyebabkan paradoks antarnilai, misalnya etika dan estetika
2. Hilangnya model kepribadian yang integral, yang memadukan kesalihan dengan kesuksesan, kebaikan dengan kekuatan, dan seterusnya
3. Munculnya antagonisme dalam pendidikan moral
4. Lemahnya peranan lembaga sosial yang menjadi basis pendidikan moral

Krisis moral ini menimbulkan begitu banyak ketidakseimbangan di dalam masyarakat yang tentunya tidak membuat masyarakat bahagia. Maka solusi yang sangat tepat bagi masalah ini hanya satu yaitu : Kembali menempuh jalan Allah, kembali kepada jalan islam. “Maka, barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah : 38)

Akhlak Dalam Semua Sisi Kehidupan

Akhlak adalah nilai pemikiran yang telah menjadi sikap mental yang mengakar dalam jiwa, lalu tampak dalam bentuk tindakan dan perilaku yang bersifat tetap, natural, dan refleks. Jadi, jika nilai islam mencakup semua sektor kehidupan manusia, maka perintah beramal shalih pun mencakup semua sektor kehidupan manusia itu.

Akhlak = Iman + Amal Shalih

Maka akhlak Laa Ilaaha Illallaah sebagai kumpulan nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan memasuki individu manusia dan merekonstruksi visi, membangun mentalitas, serta membentuk akhlak dan karakternya. Demikianlah, Laa Ilaaha Illallaah sebagai kumpulan nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan memasuki masyarakat manusia dan mereformasi sistem, serta membangun budaya dan mengembangkan peradabannya.

Walaupun islam merinci satuan akhlak terpuji, namun dengan pengamatan mendalam, kita menemukan satuan tersebut sesungguhnya mengakar pada induk karakter tertentu. Sedangkan akhlak tercela seperti penyakit syubhat dan syahwat, sama bersumber dari kelemahan akal dan jiwa.

Pembentukan prilaku

Faktor-faktor pembentuk perilaku antara lain :

Faktor internal :

1. Instink biologis, seperti lapar, dorongan makan yang berlebihan dan berlangsung lama akan menimbulkan sifat rakus, maka sifat itu akan menjadi perilaku tetapnya, dan seterusnya
2. Kebutuhan psikologis, seperti rasa aman, penghargaan, penerimaan, dan aktualisasi diri
3. Kebutuhan pemikiran, yaitu akumulasi informasi yang membentuk cara berfikir seseorang seperti mitos, agama, dan sebagainya

Faktor eksternal
1. Lingkungan keluarga
2. Lingkungan sosial
3. Lingkungan pendidikan

Islam membagi akhlak menjadi dua yaitu :

1. fitriyah, yaitu sifat bawaan yang melekat dalam fitrah seseorang yang dengannya ia diciptakan, baik sifat fisik maupun jiwa.
2. Muktasabah, yaitu sifat yang sebelumnya tidak ada namun diperoleh melalui lingkungan alam dan sosial, pendidikan, pelatihan, dan pengalaman

Proses pembelajaran

Dalam konsep Islam, karakter tidak sekali terbentuk, lalu tertutup, tetapi terbuka bagi semua bentuk perbaikan, pengembangan, dan penyempurnaan, sebab sumber karakter perolehan ada dan bersifat tetap. Karenanya orang yang membawa sifat kasar bisa memperoleh sifat lembut, setelah melalui mekanisme latihan. Namun, sumber karakter itu hanya bisa bekerja efektif jika kesiapan dasar seseorang berpadu dengan kemauan kuat untuk berubah dan berkembang, dan latihan yang sistematis.

Tahapan perkembangan perilaku

Tahap I (0 – 10 tahun)
Perilaku lahiriyah, metode pengembangannya adalah pengarahan, pembiasaan, keteladanan, penguatan (imbalan) dan pelemahan (hukuman), indoktrinasi

Tahap II ( 11 – 15 tahun)
Perilaku kesadaran, metode pengambangannya adalah penanaman nilai melalui dialog, pembimbingan, dan pelibatan

Tahap III ( 15 tahun ke atas)
Kontrol internal atas perilaku, metode pengembangannya adalah perumusan visi dan misi hidup, dan penguatan tanggung jawab kepada Allah

Ambivalensi Kejiwaan Manusia

Ambivalensi adalah dua garis jiwa yang berbeda bahkan berlawanan, namun saling berhadapan. Fungsinya :

1. Merekatkan sisi-sisi kepribadian manusia tetap utuh
2. Memperluas wilayah kepribadian manusia dengan tetap menjaga pusat keseimbangannya
3. Menjaga dinamika perkembangan jiwa manusia

Seseorang akan memiliki tingkat kesehatan mental yang baik, jika garis jiwa yang ambivalen berjalan dan bergerak secara harmonis, seakan simfoni indah orkestra handal. Maka langkah yang harus ditempuh agar simfoni tersebut mengalun indah dan harmonis adalah :

1. Atur posisi dan komposisi garis jiwa itu secara benar, dan hilangkan semua kecenderungan jiwa yang salah
2. Berikan atau tentukan arah kecenderungan jiwa secara benar dan natural.
3. Lihat ekspresinya dalam bentuk sikap dan perilaku kesehariannya

Garis jiwa yang ambivalen ada dalam diri manusia sejak ia lahir sampai ia mati, melekat, dan mewarnai semua sisi kehidupannya. Walaupun demikian, tetap ada perbedaan mendasar tentang objek dan alasan yang melahirkan garis jiwa menjadi perilaku, pada tahapan usia yang berbeda pula.

Pembentukan Kepribadian

Kepribadian terbentuk setelah melalui proses :

1. Adanya nilai yang diserap seseorang dari berbagai sumber, mungkin agama, ideologi, dan sebagainya
2. Nilai membentuk pola pikir seseorang yang secara keseluruhan ke luar dalam bentuk rumusan visinya
3. Visi turun ke wilayah hati dan membentuk suasana jiwa yang secara keseluruhan keluar dalam bentuk mentalitas
4. Mentalitas mengalir memasuki wilayah fisik dan melahirkan tindakan yang secara keseluruhan disebut sikap
5. Sikap yang dominan dalam diri seseorang secara kumulatif mencitrai dirinya adalah kepribadian

Tiga langkah merubah karakter

1. Terapi kognitif
Cara yang paling efektif untuk memperbaiki karakter dan mengembangkannya adalah dengan memperbaiki cara berfikir

Langkah :
Pengosongan, berarti mengosongkan benak kita dari berbagai bentuk pemikiran yang salah, menyimpang, tidak berdasar, baik dari segi agama maupun akal yang lurus
Pengisian, berarti mengisi kembali benak kita dengan nilai-nilai baru dari sumber keagamaan kita, yang membentuk kesadaran baru, logika baru, arah baru, dan lensa baru dalam cara memandang berbagai masalah
Kontrol, berarti kita harus mengontrol pikiran-pikiran baru yang melintas dalam benak kita, sebelum berkembang menjadi gagasan yang utuh
Doa, berarti bahwa kita mengharapkan unsur pencerahan Ilahi dalam cara berfikir kita

2. Terapi mental
Warna perasaan kita adalah cermin bagi tindakan kita. Tindakan yang harmonis akan mengukir lahir dari warna perasaan yang kuat dan harmonis

Langkah :
Pengarahan, berarti perasaan-perasaan kita harus diberi arah yang jelas, yaitu arah yang akan menentukan motifnya. Setiap perasaan haruslah mempunyai alasan lahir yang jelas. Itu hanya mungkin jika perasaan dikaitkan secara kuat dengan pikiran kita
Penguatan, berarti kita harus menemukan sejumlah sumber tertentu yang akan menguatkan perasaan itu dalam jiwa kita. Ini secara langsung terkait dengan unsur keyakinan, kemauan, dan tekad yang dalam yang memenuhi jiwa, sebelum kita melakukan suatu tindakan.
Kontrol, berarti kita harus memunculkan kekuatan tertentu dalam diri yang berfungsi mengendalikan semua warna perasaan diri kita
Doa, berarti kita mengharapkan adanya dorongan Ilahiyah yang berfungsi membantu semua proses pengarahan, penguatan, dan pengendalian bagi mental kita

3. Perbaikan fisik
Sebagaimana ahli kesehatan mengatakan bahwa dasar-dasar kesehatan itu tercipta melalui perpaduan yang baik antara tiga unsur :

1. Gizi makanan yang baik dan mencukupi kebutuhan
2. Olahraga yang teratur dalam kadar yang cukup
3. Istirahat yang cukup dan memenuhi kebutuhan relaksasi tubuh

Hadist riwayat Imam Ahmad :
Rasulullah berkata, “Inginkah kalian kuberitahu tentang siapa dari kalian yang paling kucintai dan akan duduk di majelis terdekat denganku di hari kiamat?”
Kemudian Rasul mengulanginya sampai tiga kali, dan sahabat menjawab “Iya, ya rasulullah !” Lalu rasul bersabda, “Orang yang paling baik akhlaknya.”

sumber: http://pustaka-ebook.com